Viralkan! Pejabat Harus Baca ini! Bagaimana Menghentikan Blunder Saat Bicara di Depan Umum Dengan Bantuan AI!
Sahroni, Eko Patrio, Uya Kuya, Nafa Urbach merupakan sebagian dari "pejabat" yang melakukan blunder saat bicara di depan umum. Bagaimana seharusnya pejabat negara berbicara dengan penuh empati di hadapan publik? AI bisa jadi alat bantu yang handal.
Adez Aulia
9/8/20254 min read


Pejabat Berbicara Di Depan Media Massa
Salah Bicara Menyebabkan Kekacauan
Sahabat AI, akhir bulan Agustus 2025 kemarin memang menjadi periode yang sangat panas bagi kita semua. Berbagai kerusuhan terjadi di mana-mana, bahkan sampai menimbulkan korban jiwa yang sangat disayangkan. Yang membuat hati kita semakin miris adalah kenyataan bahwa salah satu pemicu utama kekacauan ini adalah ucapan-ucapan tidak pantas dari para sebagian pejabat negara yang seharusnya menjadi teladan bagi rakyat. Mereka yang dipercaya rakyat untuk memimpin justru malah mengeluarkan kata-kata yang melukai hati dan membuat amarah rakyat meledak.
Beberapa yang memberikan komentar yang membuat rakyat marah diantaranya adalah:
Ahmad Sahroni : "Bubarkan DPR adalah ide orang tolol sedunia"
Eko Patrio : video parodi sound horeg
Uya Kuya: "Kita artist, jadi boleh ngonten"
Nafa Urbach : Dianggap Mendukung tunjangan rumah DPR Rp 50 juta

Sahroni

Eko Patrio

Nafa Urbach

Uya Kuya
Ada banyak salah ucap yang dilakukan oleh para pejabat negara, bukan hanya para tokoh yang namanya disebut di atas, namun masih banyak lagi yang tidak diingat oleh publik.
Bahkan baru-baru ini menteri keuangan yang baru pun dikritik oleh publik karena ucapannya yang dianggap terlalu sombong. Lebih parahnya lagi, esok harinya, anaknya membuat kehebohan dengan video yang dianggap mempunyai nada serupa.


Menkeu Purbaya
Yudho Sadewa
Harus Belajar Bicara di Depan Publik
Terlepas dari semua detail kejadiannya, satu hal jelas terlihat : para pejabat publik termasuk keluarganya seperti istri, anak, bahkan hingga ke menantu perlu belajar bicara di depan publik secara benar. Mereka juga harus memahami bahwa sebagai tokoh masyarakat ucapan mereka mempunyai pengaruh terhadap masyarakat. Komunikasi perlu dilakukan dengan penuh empati. "Harus ada filter antara otak dengan mulut".
Mendidik begitu banyak pejabat hingga seluruh keluarga membutuhkan usaha dan waktu yang tidak kecil. Dengan mendesaknya berbagai hal yang harus dilakukan para pejabat negara yang saat ini butuh dibereskan di sana-sini, kita tidak punya cukup resource untuk melakukan itu semua.
Untungnya AI bisa menjadi penyelamat. Karena AI mampu melakukan analisa terhadap apa yang kita ketik atau kita ucapkan. Sebagai praktisi AI selama hampir 20 tahun, saya sendiri sering melakukan analisa terhadap apa yang akan ditulis atau diucapkan termasuk berbagai resiko dan dampak yang mungkin muncul. AI sebenarnya adalah "pengenal pola" yang dapat melihat semua kejadian masa lalu, mencari kaitannya dengan apa yang kita lakukan sekarang dan mampu menebak resiko atau kejadian di masa mendatang berdasarkan peristiwa yang pernah terjadi sebelumnya. Misalnya kita dapat melihat bagaimana pola yang lama pernah terjadi berdasarkan table ini.
Saya sendiri dengan bantuan AI bisa memperkirakan bahwa akan terjadi demo besar-besaran yang berujung pada pembakaran pada akhir 2025, bukan karena "ilmu cenayang", melainkan karena kemampuan AI untuk mengenali pola-pola masa lampau sehingga mampu menebak kemungkinan yang terjadi pada masa depan.
Berikut adalah contoh pola sejarah yang pernah terjadi dan berulang-ulang terjadi.
Berikut adalah prompt atau perintah yang bisa digunakan oleh para pejabat dan keluarganya dengan menggunakan berbagai AI yang tersedia, baik ChatGPT, Gemini, Claude AI, Grok, dll
"Tiban" dengan copy kata-kata atau caption yang akan anda ucapkan di bagian berwarna merah ini.
Berdasarkan konten di atas kamu akan membantu saya melakukan analisa terhadap kata-kata atau caption yang akan saya ucapkan atau tulis.
Role: kamu adalah tim yang terdiri dari berbagai ahli pada bidang masing-masing dengan pengalaman lebih dari 20 tahun pada bidang masing-masing. Yaitu: Ahli komunikasi massa, Ahli ekonomi, Ahli bidang keamanan yaitu dari Polisi dan TNI, Ahli Hukum dan ketatanegaraan, Tokoh Masyarakat yang dekat dengan akar rumput keseharian masyarakat.
Masing-masing dari anggota team akan memberikan pandangan terhadap berbagai resiko yang muncu berdasarkan pengalaman masing-masing terutama dengan melihat dampak positif dan negatif dari ucapan atau tulisan yang akan dilemparkan kepada masyarakat banyak.
Masing-masing dari ahli akan melihat dampak negatif berdasarkan peristiwa yang pernah terjadi pada masa lalu, termasuk dampak yang menimbulkan korban jiwa atau luka-luka yang mungkin terjadi. Sebutkan nama peristiwa, tempat atau lokasi dan deskripsi peristiwa yang berkaitan dengan resiko yang mungkin terjadi akibat konten ini.
Berdasarkan semua dampak itu, kamu akan memberikan usulan perbaikan terhadap naskah, caption atau ucapan yang akan disebarkan via social media. Struktur dari perbaikan adalah :
Memberikan pemahaman penuh simpatik dan penuh empati atas apa yang terjadi atau hal yang ingin dilakukan, memberikan solusi dan langkah-langkah yang mungkin atas hal yang terjadi. Lalu ditutup dengan ucapan penuh pengharapan dan doa bagi yang membaca, mendengarkan atau menyaksikan video.
Pada bagian akhir kamu akan beralih peran/role menjadi netizen indonesia yang berkomentar "tanpa filter" dan apa adanya. Kamu akan membuatkan komentar berupa kritik super pedas dari netizen Indonesia utk mempersiapkan diri menghadapi kritik dari masyarakat. Buat 10 komentar dengan membuat nama, profesi dan kota dari pengkritik tersebut.
Manfaat dari Prompt
Jika anda adalah pejabat negara atau anggota keluarga dari pejabat negara, silakan gunakan prompt di atas untuk melakukan analisa terhadap apa yang akan Anda ucapkan di depan umum.
Dengan menggunakan prompt di atas, saya dapat meramalkan beberapa peristiwa besar yang muncul dari berbagai hal yang diucapkan para pejabat kepada publik. Untuk mengujinya silakan anda masukkan kata-kata yang pernah diucapkan oleh para pesohor di atas seperti Sahroni, Uya Kuya, Eko Patrio, Nafa urbach,
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi semua yang membacanya. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat anda lakukan untuk menggunakan prompt di atas.
Masukkan tulisan, caption atau ucapan anda pada bagian paling atas. Lalu copas ke AI manapun yang biasa Anda gunakan.
AI akan mulai melakukan analisa terhadap dampak positif dan negatif dari apa yang akan anda sampaikan kepada publik
Jika ada resiko besar, AI akan memberikan kemungkinan buruk apa saja yang mungkin terjadi dan juga menyebutkan berbagai peristiwa di masa lalu yang pernah terjadi lengkap dengan tanggal, lokasi dan deskripsi singkat mengenai peristiwa buruk ini.
AI juga akan memberikan saran perbaikan terhadap tulisan atau kata-kata yang hendak anda ucapkan.
Terakhir AI akan menuliskan apa saja yang mungkin diucapkan oleh netizen Indonesia sebagai kritik atas apa yang anda akan sampaikan. Dengan membaca bagian ini, akan akan lebih siap terhadap kritik dan bisa mengantisipasinya.
Sahabat AI, jika ingin memperdalam pengetahuan tentang implementasi kecerdasan buatan dalam kebijakan publik, pengembangan karir, hingga bisnis, Anda dengan bergabung bersama ribuan orang lainnya di Komunitas AI dalam WhatsApp Group "Belajar AI Bersama Adez Aulia" - silakan klik tombol di bawah untuk akses langsung ke diskusi dan berbagai tips eksklusif yang akan membuat hidup lebih mudah dengan menggunakan AI


