Rahasia Mendapatkan Pekerjaaan Tanpa Pernah Sekalipun Melamar Dalam 25 Tahun

Tahukah Anda bahwa 80% pekerjaan terbaik tidak pernah dipublikasikan di media manapun? Perusahaan-perusahaan top lebih suka mencari kandidat melalui jalur internal dan networking, dan inilah yang membuat perbedaan besar dalam karir seseorang. Bagaimana tipsnya mendapat pekerjaan tanpa melamar? Yuk kita bongkar rahasianya.

Adez Aulia

8/22/20255 min read

two people shaking hands in front of a laptop
two people shaking hands in front of a laptop

Rahasia Mendapatkan Pekerjaan tanpa Melamar adalah membangun Relationship

Sahabat AI, pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa ada orang yang seperti magnet untuk tawaran pekerjaan, sementara yang lain harus berjuang keras untuk mendapatkan satu kesempatan saja? Di usia saya yang memasuki 50 tahun ini, saya ingin berbagi sebuah rahasia yang mungkin akan mengubah cara pandang Anda terhadap pencarian kerja. Selama 25 tahun berkarier, tidak pernah sekalipun saya secara aktif melamar pekerjaan. Semua posisi yang pernah saya duduki adalah 100% murni tawaran dari pihak lain.

Mungkin Anda akan berpikir ini adalah keberuntungan semata, atau mungkin saya memang orang yang istimewa. Kenyataannya tidaklah demikian. Saya bukan seseorang yang pintar, bukan kaya luar biasa atau memiliki koneksi orang tua yang luar biasa kuat. Yang saya miliki hanyalah pemahaman mendalam tentang sebuah rahasia yang jarang diketahui kebanyakan orang. Penelitian menunjukkan bahwa survei oleh Jobvite menyatakan 35% orang menemukan lowongan lewat media sosial, 50% mendapatkan informasi dari teman, dan 37% dari jaringan profesional. Ini membuktikan bahwa sebagian besar kesempatan kerja terbaik tidak pernah diumumkan secara terbuka.

Kisah saya dimulai dari keputusan-keputusan kecil yang terlihat sederhana, namun berdampak luar biasa besar terhadap karier saya. Saat masih kuliah di jurusan arsitektur, saya membuat keputusan untuk tidak hanya fokus pada nilai akademis, tetapi juga aktif membangun hubungan dengan kakak kelas dan terlibat dalam berbagai kegiatan. Organisasi Arsitek Muda Indonesia (AMI) menjadi salah satu wadah di mana saya sering mengikuti kegiatan Open house untuk berkenalan dengan para arsitek senior. Salah satu kedekatan saya adalah dengan kakak kelas saya yaitu Mas Bullitt Sesarriza, yang usianya 3 tahun di atas saya, dimana saya sering berdiskusi dan bertanya kepada beliau mengenai tugas kuliah, Computer Graphics (CGI), Mas Bullit ini hingga sekarang tetap menjadi sahabat dan mentor saya. Beliau saat ini adalah salah satu legenda hidup di dunia game di Indonesia karena telah mengerjakan berbagai project international. Termasuk Need for Speed Underground yang sempat menjadi game yang sangat terkenal pada masanya.

Saat saya baru lulus kuliah Mas Bullitt Sesarriza, menghubungi saya dengan tawaran kerja pertama saya, "Dez, Elo sudah lulus ya? Yuk kerja di kantor gue, kebetulan gue mau resign nih dan mau mencari pengganti." Tanpa proses lamaran, tanpa seleksi berkali-kali, saya langsung mendapatkan pekerjaan pertama. Ini bukan kebetulan, tetapi hasil dari investasi hubungan yang saya bangun selama kuliah. Orang-orang memberikan tawaran kepada mereka yang mereka kenal dan percayai, bukan kepada stranger yang hanya dikenal dari curriculum vitae.

Keputusan Nekat Yang Mengubah Segalanya

Kembali ke masa akhir kuliah saya. Bayangkan situasinya, Sahabat AI, yaitu di Akhir era tahun 90-an, tepatnya di tahun 1998 hingga 1999, ketika akses internet belum seperti sekarang, Saya sebagai seorang mahasiswa dengan nekatnya datang ke kantor-kantor bergengsi tanpa janji. Di meja resepsionis, dengan kepercayaan diri yang mungkin terlihat naif, saya bertanya, "Bolehkah saya berkenalan dengan direktur atau manajer dari kantor ini?" Yang mengejutkan, justru karena permintaan saya yang tidak lazim itulah, para pemimpin perusahaan yang jelas-jelas jauh lebih senior malah bersedia meluangkan waktu untuk sekadar mengobrol dengan saya. Mereka mungkin penasaran dengan keberanian seorang mahasiswa yang berani melakukan hal di luar kebiasaan. Salah satunya yaitu mas Arianto Bigman pernah berkomentar, "si Adez ini dulu emang rada-rada "gila", Nekat banget dia main datang ke kantor saya. Saat itu Mas Arianto Bigman yang usianya 4 tahun di atas saya sudah menjadi salah satu manager yang menangani software animasi yang menjadi standard Hollywood, yaitu Maya 3D, dan saya menjadi salah satu instruktur Maya 3D pertama di Indonesia atas tawaran mas Arianto Bigman ini.

Dari sinilah saya memahami prinsip pertama: keberanian untuk melakukan hal yang tidak biasa seringkali membuka pintu yang tidak terduga. Ketika semua orang mengikuti jalur konvensional dengan memasukkan lowongan pekerjaan, mereka yang berani berbeda justru menarik perhatian. Para pemimpin perusahaan, yang sudah terbiasa dengan pendekatan formal dan prosedur standar, justru terkesan dengan pendekatan yang segar dan berani. Mereka melihat sesuatu yang berbeda, sebuah inisiatif dan keberanian yang tidak dimiliki banyak orang. Inilah yang kemudian menjadi modal awal dalam membangun jaringan yang kuat di industri. Apakah waktu itu saya takut dan deg-degan? Ya! Karena pada dasarnya saya adalah orang yang Introvert. Tapi karena saya paham bahwa membangun jejaring itu butuh keberanian untuk berkenalan, ya saya lakukan, tanpa beralasan "saya khan orangnya introvert!". Kita hanya perlu melakukan apa yang perlu kita lakukan sesuai tujuan kita.

Jejaring Yang Membawa Ke Panggung Internasional

Setelah bekerja, saya tidak berhenti membangun jaringan. Saya mendirikan Animator Forum Indonesia, sebuah organisasi yang menjadi tempat berkumpulnya para profesional di bidang animasi. Animator Forum mengadakan Di sinilah saya berkenalan dengan Pak Andi S Boediman, yang nantinya menjadi mentor penting dalam perjalanan karier saya. Beliau adalah pendiri Digital Studio (yang saat ini menjadi International Design School), dan suatu hari ketika saya mengunjungi kantornya, beliau bertanya dengan santai, "Sekarang Adez lagi sibuk apa? Gimana kalau mengajar di sini saja?" Sekali lagi, tanpa melamar, saya mendapatkan kesempatan pertama mengajar yang akhirnya membuat saya menjadi ketua jurusan pada bidang animasi di Digital Studio.

Dari kegiatan di Animator Forum inilah pintu internasional terbuka lebar. Ibu Poppy Palele, pendiri Red Rocket Animation, memberikan tawaran untuk bekerja di Malaysia. Beliau bercerita bahwa rekannya di Singapura sedang membuat serial televisi dan membutuhkan tenaga kerja tambahan dari Indonesia. Tanpa ragu, saya menerima tawaran tersebut. Ternyata perusahaan tempat saya bekerja adalah perusahaan yang bekerjasama dengan Cinegroup di Kanada. Cinegroup adalah salah satu studio animasi yang terlibat dalam produksi serial terkenal The Simpsons, sebuah sitkom televisi animasi Amerika Serikat yang dibuat oleh Matt Groening untuk Fox Broadcasting Company yang merupakan gambaran satir dari gaya hidup Amerika kelas menengah. The Simpson merupakan serial animasi terlama di dunia, dengan lebih dari 30 tahun ditayangkan. Karya yang ikut saya buat waktu itu sudah ditayangkan di Canada sejak tahun 2003.

Pengalaman bekerja di Malaysia membuka mata saya tentang pentingnya terus memperluas jaringan bahkan di tingkat internasional. Saat masih bekerja di Malaysia saya seringkali berkunjung ke Singapura, tidak untuk liburan, tetapi untuk berkenalan dengan orang-orang di industri animasi. Dari aktivitas networking inilah saya berkenalan dengan Infinite Studio yang sedang merencanakan pembukaan studio produksi di Batam dan Singapura. Mereka menawarkan posisi sebagai salah satu produser, dengan persiapan awal di Singapura dan produksi di Batam. Di studio animasi inilah saya berkesempatan belajar dari mentor-mentor hebat yang pernah terlibat dalam film-film blockbuster seperti Titanic, Harry Potter, Barbie, dan Happy Feet.

Strategi Yang Dapat Anda Terapkan Mulai Hari Ini

Apa yang saya ceritakan bukan untuk memamerkan pencapaian, karena sejujurnya tidak ada yang istimewa dari saya. Saya bukan jutawan atau orang yang memiliki kekayaan luar biasa. Yang membuat perbedaan adalah pemahaman tentang bagaimana dunia kerja sesungguhnya beroperasi. Faktanya, sebagian besar peluang kerja terbaik tidak pernah diiklankan secara publik. Perusahaan lebih senang mencari kandidat melalui referensi internal, networking, atau orang-orang yang sudah mereka kenal. Ini yang disebut dengan pasar kerja tersembunyi atau hidden job market.

Sahabat AI, kunci utama dari semua ini adalah mengubah mindset dari "mencari pekerjaan" menjadi "membangun hubungan". Mulailah dari sekarang untuk memperluas jaringan Anda. Manfaatkan media sosial bukan hanya untuk bersenang-senang, tetapi untuk membangun personal branding yang kuat. Tunjukkan keahlian Anda kepada dunia melalui konten-konten berkualitas yang Anda bagikan. Ikutlah dalam berbagai kegiatan industri, seminar, workshop, atau gathering yang relevan dengan bidang Anda. Yang terpenting, beranilah untuk melakukan pendekatan yang berbeda, seperti yang pernah saya lakukan dengan mendatangi kantor-kantor secara langsung.

Ada banyak sekali kegiatan yang bisa diikuti baik bagi mahasiswa ataupun profesional. Salah satu contohnya adalah bagi mahasiswa dan alumni SMA N 8 Bukit Duri Jakarta, ada kegiatan Smandel Network yang diadakan sebulan sekali. Acara biasanya diadakan di tempat-tempat yang dimiliki, dikelola atau bekerjasama dengan para alumni smandel. Pada acara ini semua yang hadir memperkenalkan diri kepada rekan-rekan lain yang hadir dan setelahnya duduk bersama untuk mengakrabkan diri dan mencari potensi kerjasama, baik potensi pekerjaan, hingga proyek yang bisa dikerjakan bersama.

Ingatlah bahwa setiap orang yang Anda temui adalah potensi pintu gerbang menuju kesempatan baru. Perlakukan setiap interaksi dengan profesionalitas dan ketulusan. Bantulah orang lain tanpa mengharapkan imbalan langsung, karena kebaikan yang Anda berikan akan kembali dalam bentuk yang tidak terduga. Konsistenlah dalam membangun hubungan ini, karena networking bukanlah aktivitas sekali jadi, tetapi investasi jangka panjang yang membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Dengan menerapkan strategi ini, saya yakin tawaran-tawaran kerja akan mulai berdatangan kepada Anda, tanpa harus repot-repot melamar kemana-mana.

Sudah siap beraksi?