Ditipu Orang Yang Suaranya Mirip Sekali Dengan Orang Terdekat? Apakah Mereka Pakai AI? Gimana cara Menghindarinya?
Penipu bisa meniru suara anak, saudara, adik atau orang terdekat lainnya. Akibatnya kita beresiko rugi jutaan hingga ratusan juta rupiah. Kok bisa ya?
Adez Aulia
9/4/20254 min read


Penipuan impersonifikasi, sehingga membuat kita bingung membedakan benar atau penipuan
Panik mendengar suara panggilan telpon atau Whatsapp Call di atas? Lalu buru-buru transfer uang yang ternyata masuk ke rekening penipu?
Sahabat AI, pernahkah Anda tiba-tiba mendapat telepon mendadak dari "anak" atau "adik" yang mengaku sedang mengalami musibah dan butuh uang secepatnya? Pasti panik sekali ya, apalagi suaranya terdengar mirip sekali dengan mereka.
Banyak dari kita berpikir, "Wah, ini pasti menggunakan AI atau kecerdasan buatan canggih untuk meniru suara!" Tetapi, tahukah Anda? Kenyataannya, 99% kasus seperti ini sama sekali tidak menggunakan teknologi kecerdasan sama sekali lho. Yang mereka gunakan hanya teknik persuasi sederhana dengan memanfaatkan kepanikan kita saja.
Di sini, saya akan membongkar rahasia di balik penipuan suara yang membuat kita terkecoh. Sebagai praktisi kecerdasan buatan yang dengan pengalaman hampir 20 tahun, saya akan menjelaskan mengapa suara penipu bisa terdengar mirip sekali dengan orang terdekat Anda, padahal mereka tidak pernah bertemu.
Yang paling penting, Sahabat AI juga akan mengetahui cara-cara yang sangat mudah dan ampuh untuk menghindari jebakan ini, ditambah sedikit bocoran tentang teknologi kecerdasan buatan suara yang sebenarnya. Siap-siap kaget ya, karena trik mereka itu sederhana sekali!


Pelaku penipuan bisa berperan sebagai orang yang kita kenal
Teknik Manipulasi Suara Tanpa Teknologi Canggih
Jadi begini, yang sebenarnya mereka lakukan adalah meniru karakteristik suara orang yang sedang dalam kondisi darurat. Misalnya seperti , "dia sedang di luar kota mengalami kecelakaan lalu Ini perlu dioperasi", atau seperti contoh di atas, seorang "anak" mengaku kecelakaan kepada orang tua nya "aku lagi di rumah sakit bu sendirian, tolong di transfer senilai 30 juta rupiah untuk melakukan tindakan penyelamatan".
Penipu dengan sengaja tidak menggunakan suara asli yang normal, karena pasti langsung ketahuan boongnya. Penipu akan berbicara dengan nada merintih, terengah-engah, atau ketakutan, persis seperti orang yang habis mengalami kecelakaan. Nah, situasi yang penuh tekanan ini yang membuat Anda yang sedang panik menjadi mudah percaya bahwa itu benar-benar suara keluarga Anda dan suara seperti orang yang di kenal.
Umumnya para penipu ini juga tidak bekerja sendirian. Biasanya, mereka bermain peran secara berkelompok. Jadi, setelah telepon pertama dari si "adik" yang mengaku kecelakaan, nanti akan ada telepon lanjutan dari orang lain yang mengaku-ngaku dokter atau perawat di rumah sakit. Selain itu mereka juga akan berusaha menggali informasi dari anda sendiri.
Pola ini sengaja dirancang untuk membuat ceritanya semakin meyakinkan dan Anda tanpa sadar semakin yakin bahwa ini benar-benar kondisi darurat yang harus segera ditangani


Kerjasama Sesama Penipu, Untuk mengisi tugas nya dalam Menipu
Cara Cerdik Penipu Memancing Informasi Pribadi
Ini bagian paling licik yang jarang kita sadari, Sahabat AI. Penipu itu akan memancing informasi pribadi kita dengan cara yang halus sekali, seolah-olah mereka sudah mengetahui data kita. Misalnya, mereka akan berkata, "Maaf Pak, tadi namanya siapa ya anaknya?" atau, "Bapak, anaknya yang kecelakaan kan? Tadi siapa ya, Rani atau siapa?"
Banyak korban penipuan yang mengatakan "saya terkena hipnotissehingga memberikan semua informasi" Sebagai orang yang mempelajari ilmu hipnosis dan hipno therapy dari kelas 4 SD. Tentu saya keberatan kalau kata hipnotis digunakan sebagai kambing hitam, karena sebenarnya ini hanyalah teknik persuasi yang dirancang untuk menyakinkan korban saja. Bukan teknik hipnosis.
Dalam kondisi panik, Anda pasti langsung refleks menjawab nama yang benar, tanpa sadar bahwa Anda sedang terkena impersonasi/peniruan. Setelah mendapat informasi itu, mereka langsung menggunakan untuk membuat cerita mereka semakin meyakinkan di telepon berikutnya.
5 Langkah Pencegahan Penipuan Peniruan Suara
Sahabat AI sebenarnya Cara ini bisa di cegah dengan step berikut:
Jangan Panik - Ya, mudah diucapkan tetapi tidak mudah dilaksanakan. Tapi inilah kuncinya, dalam keadaan apapun jangan panik. Ambil nafas perlahan, panggil orang terdekat seperti suami/istri, anak, atau siapapun, jangan pernah menghadapi ini sendirian. Alihkan ke speakerphone dan rekam percakapannya menggunakan HP lain milik orang terdekat anda.
Jangan berikan info asli apapun - Berikan informasi palsu, misalnya nama anak anda adalah Rani, tapi anda jawab "Nama anak saya Michelle", bolehkah saya bicara dengan Michele.
Anda : Michelle, kamu gak apa-apa khan?
Penipu : Iya bu, Michelle gak apa2x, Tolong ya bu transfer segera
Nah khan langsung ketahuan boongnya si penipu itu!Buat kesepakatan kode rahasia dengan orang terdekat untuk kondisi darurat, kode yang hanya dimengerti kita dan orang-orang terdekat.
Langkah Verifikasi Tambahan - Tutup telepon dan hubungi nomor asli orang tersebut, Minta orang terdekat anda juga menghubungi orang yang mungkin berada di dekat orang terdekat yang "katanya" menjadi korban.
Waspada Jika Diminta Transfer uang untuk "keperluan mendesak". Situasi normal apapun jarang sekali ada situasi mendesak seperti pada kasus penipuan.
Dengan trik sederhana ini, Anda bisa lebih waspada dan tidak mudah menjadi korban penipuan. Ingat, lebih baik berhati-hati daripada menyesal di kemudian hari!


Kepanikan adalah penyebab utama korban tertipu
Kombinasi Penipuan Menggunakan AI di Era Sekarang
Sebagian besar penipuan dengan meniru suara seperti pada informasi di atas memang tidak menggunakan AI. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini di era modern penipuan seperti itu dapat menggunakan teknologi AI voice cloning yang semakin canggih
Menurut survei McAfee 2024, 10% responden pernah menerima pesan dari AI voice clone, dan yang mengkhawatirkan, 77% dari korban dan Perusahaan tersebut kehilangan uang bahkan hinggan milyaran rupiah.
Seperti pada Penjelasan Artikel di bawah ini. Klik pada tombol biru untuk membaca artikel.
Jika ragu dengan persoalan AI di jaman sekarang, maka anda bisa bertanya kepada teman-teman, salah satunya adalah Komunitas AI Belajar AI bersama Adez Aulia. Di komunitas ini banyak sekali anggota yang akan memberikan bantuan dan saran dan juga berbagi pengalaman mengenai penipuan jenis lain seperti apa yang pernah mereka alami atau orang terdekat mereka alami. Klik pada tombol untuk bergabung ke group Whatsapp
"Ibu, aku lagi di rumah sakit bu, sendirian, aku takut, tolong di transfer senilai 30 juta rupiah untuk melakukan tindakan penyelamatan"


