Menurunkan Berat Badan dengan Bantuan AI. Emang bisa? Snap Calorie Adalah Jawabannya.
Anda Ingin menurunkan berat badan? Duuuuh sulit sekali ya melakukannya. Salah satu metode yang bisa digunakan adalah tracking kalori makanan yang kita makan. Teknologi AI kini bisa melakukannya dengan sangat mudah.
Adez Aulia
9/4/20255 min read
Menurunkan Berat Badan Lebih Mudah Dengan Bantuan AI
Sahabat AI, pernahkah Anda merasa frustrasi dengan diet yang ribet dan penuh hitungan? Saya mengalami hal yang sama ketika berat badan saya mencapai tingkat obesitas dengan persentase lemak di atas 30%. Yang pernah berjumpa dengan saya pasti tahu kalau saya termasuk kalangan "gemoy".
Sebagai praktisi kecerdasan buatan selama hampir 20 tahun, tentu saya mencoba menerapkan cara untuk menurunkan berat badan dengan bantuan AI. Hari ini saya akan berbagi pengalaman nyata bagaimana AI mengubah cara saya mengelola kesehatan, mulai dari aplikasi pintar yang bisa memindai kalori makanan hingga pola makan yang perlu dipertimbangkan dengan hati-hati. Yang paling menarik, di akhir artikel ini saya akan ungkap rahasia sederhana menggunakan teknologi AI yang bisa Anda terapkan hari ini juga untuk memulai perjalanan hidup sehat Anda.
Perjalanan saya dimulai ketika dokter mengatakan kondisi kesehatan saya cukup mengkhawatirkan. Dengan kondisi obesitas yang saya hadapi, maka resiko penyakit seperti diabetes, stroke hingga kanker menjadi sangat tinggi. Tentu saja saya ingin hidup sehat dan berumur lebih panjang. Maka dimulailah perjalanan menurunkan berat badan ini.
Perlu diingat : saya bukan dokter, sehingga saran yang saya berikan bukanlah saran medis. Anda harus mengkonsultasikan apa yang anda lakukan dengan dokter anda terlebih dahulu.
Salah satu hal yang saya lakukan adalah setiap pagi saya mulai berjalan kaki 7.000 hingga 10 ribu langkah di Velodrome Rawamangun. Kalau anda mau jumpa dengan saya tinggal datang saja setiap pagi. Antara Senin-Jumat saya akan ada di sana.
Saya juga mencoba berbagai jenis diet mulai dari ketogenik, rendah karbohidrat, tinggi protein, hingga akhirnya menemukan bahwa cara yang paling pas dengan saya adalah intermittent fasting atau IF dikombinasikan dengan mengurangi sebanyak mungkin asupan gula dan karbohidrat. Metode IF yang saya pilih adalah OMAD atau One Meal A Day, dimana saya makan hanya 1 kali sehari, yaitu makan siang saja, dan sisanya banyak minum air putih, teh atau kopi, semuanya tanpa gula.
Namun ada kelemahan dari IF termasuk metode OMAD ini, yaitu saat sekali makan jumlah kalori yang kita makan bisa jauh melebihi jumlah kalori yang kita bakar. Akibatnya tetap saja jumlah "tabungan" kalori kita lebih besar dari pembakaran kalori harian kita, yang berakibat berat badan kita tidak turun, bahkan bisa jadi malah naik. Nah tantangan terbesar dari IF ini adalah melacak asupan kalori harian yang sangat merepotkan dan memakan waktu.
Orang-orang yang sangat serius melakukan diet seperti para fitness influencer dan tentunya praktisi di bidang gizi melakukannya secara manual, yaitu dengan menimbang seluruh bahan makanan dan menghitung jumlah kalorinya. Hal ini tentu tidak bisa dilakukan oleh orang awam seperti kita.
Ada juga app seperti My Fitness Pal dimana kita memasukkan data setiap makanan yang kita makan, lalu app ini mencocokkan dengan database dan memasukkan nilai kalorinya. Saya sudah mencobanya dan tetap saja ini repoooot minta ampun. Dimana pada akhirnya saya berhenti melakukannya karena repot dan bosan. Maunya kita khan kita langsung makan saja tanpa repot memasukkan data?
Bagaimana kalau ada cara dimana kita tinggal memotret apa yang kita makan? Mirip seperti para food influencer memotret makanan untuk instagram mereka, lalu teknologi AI membantu menghitung jumlah kalori dan kandungannya secara otomatis. Keren khan? Memotret makanan sebelum dimakan sudah menjadi kebiasaan banyak orang, jutaan orang didunia melakukannya sebagai kebiasaan sehari-hari.


Menimbang makanan secara manual adalah hal yang sulit dilakukan orang awam
AI Yang Mengubah Cara Kita Melihat Makanan
Di sinilah saya menemukan Snap Calorie, sebuah aplikasi pelacak makanan berbasis kecerdasan buatan yang inovatif. Aplikasi ini dikembangkan oleh Scott Baron dan Wade Norris yang didirikan pada tahun 2021. Snap Calorie didirikan oleh mantan peneliti AI Google yang memahami betul kebutuhan orang-orang yang ingin hidup sehat tanpa ribet.
Yang membuat Snap Calorie istimewa adalah kemampuannya menggunakan teknologi pengenalan gambar atau computer vision untuk secara otomatis mengidentifikasi jenis makanan dan memperkirakan kandungan kalorinya hanya dengan memfoto makanan tersebut. Tidak perlu lagi mengetik nama makanan atau menimbang porsi dengan timbangan digital yang merepotkan.
Teknologi di balik Snap Calorie menggunakan algoritma AI bernama pembelajaran mesin atau machine learning yang telah dilatih dengan banyak gambar makanan dari berbagai budaya dan cara penyajian. Ketika Anda memfoto sepiring nasi gudeg, misalnya, AI akan mengenali tidak hanya nasi dan gudeg secara terpisah, tetapi juga memperkirakan porsi berdasarkan referensi visual seperti ukuran piring atau sendok yang tampak dalam foto.
Menurut klaim SnapCalorie, aplikasi ini memiliki akurasi dua kali lebih baik dari ahli gizi profesional, meskipun perlu diingat bahwa tingkat akurasi bisa bervariasi tergantung jenis makanan. Yang menarik, aplikasi ini juga bisa mengenali makanan yang dicampur dalam satu piring, sesuatu yang sulit dilakukan oleh aplikasi pelacak kalori konvensional.


Dengan Snap Calorie, kita cukup memotret makanan yang akan kita makan dan semua data akan masuk ke dalam app kita.
5 Langkah Penggunaan Snap Calorie
Unduh dan Daftar Akun: Unduh aplikasi Snap Calorie dari App Store atau Google Play Store, kemudian buat akun baru dengan mengisi profil dasar seperti usia, berat badan, tinggi badan, dan target berat badan Anda. Sistem akan menghitung perkiraan jumlah kalori yang "dibakar" berdasarkan jenis kelamin, usia, tinggi, berat badan dan derajat aktivitas anda.
Foto Makanan Anda: Ambil foto makanan dari sudut yang jelas sebelum makan, pastikan seluruh porsi makanan terlihat jelas dengan pencahayaan yang cukup untuk hasil deteksi AI yang optimal.
Verifikasi Hasil Deteksi: Periksa hasil analisis AI yang muncul di layar dan lakukan koreksi jika diperlukan, seperti mengubah jenis makanan atau menyesuaikan estimasi porsi yang terdeteksi.
Pantau Ringkasan Harian: Lihat dashboard harian yang menampilkan total kalori, protein, karbohidrat, dan lemak yang sudah dikonsumsi beserta sisa kebutuhan nutrisi untuk hari tersebut.
Analisis Pola Mingguan: Manfaatkan fitur laporan mingguan untuk melihat tren konsumsi kalori dan nutrisi Anda, serta dapatkan rekomendasi perbaikan pola makan dari sistem AI.
Perlu diingat bahwa hasil perhitungan dari AI tidak akan pernah mengalahkan perhitungan yang dilakukan secara manual, yaitu dengan menimbang semua bahan makanan. Tapi karena kita tahu bahwa sebagian besar dari kita tidak akan pernah menimbang makanan secara manual, maka Snap Calorie akan sangat membantu kita menghitung asupan kalori kita.
Jalani hidup sehat dangan aktivitas fisik dan pola makan yang sehat
Perjalanan menuju hidup sehat memang tidak selalu mudah, namun dengan bantuan teknologi AI seperti Snap Calorie, kita kini memiliki alat yang dapat mempermudah proses tracking kalori tanpa harus repot menghitung manual. Ingatlah bahwa setiap perubahan gaya hidup membutuhkan waktu dan konsistensi, jadi mulailah dengan langkah kecil hari ini dan rasakan sendiri bagaimana teknologi dapat menjadi sahabat terbaik dalam mencapai tujuan kesehatan Anda.
Yang terpenting, selalu konsultasikan rencana diet dan olahraga Anda dengan dokter atau ahli gizi untuk memastikan keamanan dan efektivitas program yang Anda jalani.
Ingin diskusi lebih lanjut mengenai AI untuk membuat hidup lebih mudah? Gabung di Whatsapp Group Belajar AI bersama Adez Aulia dengan klik tombol di bawah


