Dari Bukit Duri ke Semarang: Cerita Kopi dan Persaudaraan Tanpa Sekat

Pernahkah Anda membayangkan bagaimana secangkir kopi bisa menyatukan kembali cerita-cerita masa SMA yang terpisah puluhan tahun, Sahabat AI Alumni Smandel?

NETWORKING

Adez Aulia

12/14/20255 min read

Semarang yang hangat menjadi saksi bertemunya kembali kepingan kenangan masa sekolah.
Dari kiri ke kanan : Shakti Eko 2003, Jatiardi 2011, Liza Soenar 1981, Ika Yudha Kurniasari 1992, N. Tedjawati 1986, Djoko, Soesilo 1985

Adez Aulia adalah salah satu pelopor AI conversational programming di Indonesia.
Memprogramkan AI sejak 2008 yang diawali dengan AIML (Artificial Intellegence Mark Up Language). Saat ini mengembangkan otomatisasi perusahaan sendiri dan berbagai client dengan menggunakan berbagai jenis teknologi AI.

Suasana Lantai 2 Coffee yang homey, tempat yang pas untuk berbagi cerita.

Momen ini terasa semakin spesial karena setelah terakhir kali diadakan pada 1 September 2024, kerinduan untuk bertatap muka akhirnya terobati pada Sabtu, 13 Desember 2025 lalu. Jeda waktu lebih dari satu tahun ini justru mematangkan rencana dan semangat para alumni untuk memastikan pertemuan kali ini lebih bermakna dan intim. Tidak ada yang lebih menyenangkan selain menyadari bahwa di mana pun kaki berpijak, selalu ada kawan satu almamater yang siap menyambut dengan tangan terbuka.

Kali ini, titik temu yang dipilih adalah Lantai 2 Coffee, sebuah ruang hangat yang ternyata milik salah satu keluarga besar kita sendiri, Mbak Liza Soenar, alumni Smandel angkatan 1981. Berlokasi strategis di Semarang, kafe ini bukan sekadar tempat usaha, melainkan manifestasi dari semangat juang seorang alumni yang terus berkarya. Pengunjung yang datang kerap memberikan ulasan positif, menyebut tempat ini sebagai "hidden gem" dengan suasana yang nyaman dan kopi yang memanjakan lidah, sangat cocok untuk obrolan panjang yang mendalam.

Suasana kafe yang 'cozy' seolah mendukung setiap percakapan yang mengalir, dari mengenang guru-guru legendaris hingga bertukar kabar tentang kehidupan saat ini. Kehadiran tempat ini menjadi bukti nyata bahwa jejaring alumni Smandel mampu menciptakan ekosistem yang saling mendukung, di mana bisnis dan persahabatan bisa berjalan beriringan dengan harmonis. Bagi Sahabat AI Alumni Smandel yang berada di Semarang, mengetahui ada 'rumah' milik saudara sendiri tentu memberikan rasa nyaman tersendiri.

Tawa lepas para alumni Smandel lintas angkatan yang menghangatkan suasana pertemuan.

Kopdar kali ini dihadiri oleh enam orang alumni yang mewakili berbagai generasi, menciptakan spektrum cerita yang kaya warna dari masa ke masa. Selain tuan rumah Mbak Liza Soenar (1981), hadir pula Mas Djoko Soesilo (1985), Mbak Teddy atau Tedjawati (1986), Mbak Ika Yudha Kurniasari (1992), Mas Shakti Eko (2003), hingga perwakilan angkatan yang lebih muda, Mas Jatiardi (2011).

Meski terpaut jarak angkatan yang cukup jauh, tidak ada kecanggungaan yang terlihat; sebaliknya, perbedaan ini justru memperkaya perspektif obrolan, membuktikan bahwa semangat 'Satu Smandel' mampu meleburkan sekat-sekat senioritas.

Para peserta tak bisa menyembunyikan rasa bahagia mereka bisa hadir di acara ini, sebuah oase di tengah kesibukan rutinitas harian mereka. Sahabat AI Alumni Smandel tentu paham rasanya, ada kelegaan luar biasa saat bisa tertawa lepas menggunakan "bahasa" yang sama, mengenang koridor sekolah yang sama, meski kini nasib telah membawa mereka ke jalan yang berbeda-beda.

Harapan besar pun terlontar, bahwa pertemuan ini bukan hanya sekadar ajang kangen-kangenan, tetapi bisa menjadi pintu pembuka bagi kolaborasi profesional, peluang bisnis, atau bahkan aksi sosial bersama di masa depan.

Pintu selalu terbuka lebar bagi setiap alumni Smandel yang singgah di Semarang.

Saatnya Mampir ke Rumah Saudara di Semarang

Sahabat AI, jangan lewatkan kesempatan berharga ini untuk memperdalam pemahaman Anda tentang kecerdasan buatan dalam dunia usaha dengan bergabung bersama ratusan profesional lainnya yang sedang mengeksplorasi AI di Komunitas AI lewat Grup WhatsApp "Belajar AI Bersama Adez Aulia" - cukup tekan tombol di bawah untuk memperoleh akses langsung ke berbagai diskusi dan panduan khusus yang akan mengubah cara Anda menjalankan bisnis

Jejak Solidaritas di Kota Lumpia

SMA Negeri 8 Bukit Duri Jakarta, atau yang akrab kita sapa Smandel, bukan sekadar tempat menuntut ilmu, melainkan rumah yang memupuk rasa persaudaraan yang begitu kuat antar alumninya. Ikatan emosional ini tidak luntur oleh jarak dan waktu, terbukti dengan aktifnya kegiatan Smandel Network yang rutin menyapa berbagai kota mulai dari hiruk pikuk Jakarta, nuansa budaya Jogja, pesona Bali, hingga kini berlabuh di Semarang. Kota Semarang, dengan atmosfer sejarahnya yang kental dan kulinernya yang legendaris, menjadi tuan rumah yang sempurna untuk merajut kembali tali silaturahmi Sahabat AI Alumni Smandel yang sempat merenggang karena kesibukan masing-masing.

Bagi Sahabat AI Alumni Smandel yang sedang merencanakan perjalanan ke Jawa Tengah atau kebetulan sedang berada di kota Semarang, jangan lupa untuk menyempatkan diri mampir ke Lantai 2 Coffee. Tempat ini bukan sekadar kedai kopi, melainkan titik temu di mana Anda bisa merasakan kehangatan keluarga sendiri di tanah rantau. Lokasinya yang nyaman dan menu yang menggugah selera siap menyambut kedatangan Anda untuk sekadar melepas lelah atau mencari inspirasi baru.

Mengunjungi tempat usaha milik sesama alumni, seperti usaha milik Mbak Liza Soenar dari angkatan 1981 ini, adalah bentuk dukungan nyata yang paling sederhana namun berdampak besar. Ini adalah wujud konkret dari slogan "Alumni Dukung Alumni" yang sering kita gaungkan, mengubah kata-kata menjadi aksi yang memperkuat ekonomi komunitas kita sendiri. Dengan saling melariskan, kita tidak hanya membantu bisnis teman berkembang, tetapi juga memperpanjang nafas persaudaraan kita.

Selain menikmati kopi dari franchise "Tempat Bercakap", Anda juga bisa memanjakan lidah dengan Sate Kambing Bang Dul yang legendaris tepat di lantai bawahnya. Bayangkan nikmatnya menyantap sate atau tongseng hangat racikan resep 30 tahun, lalu ditutup dengan obrolan santai ditemani kopi berkualitas; sebuah pengalaman kuliner lengkap dalam satu atap. Jadi, mari jadikan kunjungan ke tempat Mbak Liza sebagai agenda wajib saat Anda menginjakkan kaki di Semarang!

Mbak Liza Soenar - Alumni Smandel 1981 yang siap dikunjungi di Semarang

Wajah-Wajah Alumni Smandel di Balik Cangkir Kopi

Di balik kenyamanan tempat acara, tersimpan kisah inspiratif dari Mbak Liza Soenar mengenai perjuangannya membangun usaha ini. Lantai 2 Coffee pertama kali dibuka pada tahun 2019 dan sempat merasakan keramaian pelanggan, namun badai pandemi Covid-19 memaksa Mbak Liza untuk menutup sementara usahanya pada awal 2021 demi keselamatan bersama.

Namun, semangat pantang menyerah khas anak Smandel Bukit Duri membuatnya bangkit kembali; setelah ia dan suami pensiun dan memutuskan pindah ke Semarang pada Mei 2025, kafe ini dibuka lagi dengan strategi baru, yakni membeli franchise "Tempat Bercakap" untuk memastikan manajemen barista yang lebih stabil dan profesional.

Lebih menariknya lagi, di lantai bawah kafe ini terdapat cabang resto Sate Kambing Bang Dul yang juga telah beroperasi sejak 2019. Mbak Liza bercerita dengan bangga bahwa ia juga merupakan pemilik Sate Bang Dul yang legendaris, yang awalnya dirintis di Cibubur sejak 1995 dan telah bertahan selama 30 tahun

Kesetiaan adalah kunci, terbukti dari manajernya yang telah bekerja sejak awal buka tahun 1995 hingga hari ini, bahkan bersumpah setia mengikuti Mbak Liza sampai akhir hayat; kini, sembari menunggu tanah di Jonggol terjual, Mbak Liza fokus membesarkan usaha kulinernya di Semarang dengan menu andalan sate, gule, tongseng, hingga kambing guling.