Sistem Pendidikan Indonesia Dianggap Salah Satu yang Terburuk di Dunia? Apa Benar? Bagaimana AI Bisa Jadi solusinya?
Bagaimana AI bisa membantu para guru membuat pelajaran jadi lebih berkualitas, sekaligus menyenangkan?
Adez Aulia
9/27/20255 min read


Ilustrasi AI dari kelas SD yang dibuat dengan pelajaran yang menyenangkan dengan fokus pada praktek
Pendidikan di Indonesia Dianggap Buruk. Emang Benar?
Sahabat AI, di tengah keluhan sulit sekali mencari pekerjaan saat ini terutama bagi Gen-Z, ada juga keluhan dari penyedia lapangan kerja seperti perusahaan atau bahkan usaha sekelas UKM. Salah satu kondisi yang sering dikeluhkan para pemberi kerja adalah angkatan kerja baru dianggap tidak mempunyai skill yang dibutuhkan di dunia kerja. Salah satu yang dianggap menjadi penyebab adalah sistem pendidikan Indonesia yang dianggap buruk atau bahkan ada yang mengadakan merupakan salah satu yang terburuk di dunia.
Salah satu bukti yang paling sering disebut sebut sebagai bukti paling signifikan yang mendukung kekhawatiran tentang kualitas pendidikan Indonesia berasal dari Programme for International Student Assessment (PISA), sebuah studi yang diselenggarakan oleh OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development). PISA mengukur kemampuan siswa berusia 15 tahun di bidang membaca, matematika, dan sains.


Suasana Adez Aulia Mengajarkan Membuat Modul Ajar









Suasana Bimbingan Di SD TAHFIDZ QUR'AN AL AKHYAR
Karya-karya Foto AI yang dibuat Guru SD TAHFIDZ QUR'AN AL AKHYAR
Dengan pemikiran diatas, maka Pelatihan AI bagi guru SD dibuat dengan rancangan khusus. Rencana Pembelajaran dibuat dengan mengikuti aturan yang diberikan oleh Kemendiknas, namun dengan mengikuti cara mengajar yang disesuaikan dengan pola pengajaran di Finlandia, Jepang, dan negara maju lainnya.
Tidak ada yang berubah dari kurikulumnya, namun AI membantu mencarikan kegiatan yang dapat dilakukan di SD yang benar-benar relevan dengan kehidupan sehari-hari, dapat dipraktekkan langsung secara bersama-sama di kelas, dan menggunakan bahan seadanya yang ada di rumah tanpa perlu berbelanjan khusus ke toko tertentu.
Karena kurikulum disesuaikan dengan tingkatan SD di Indonesia, maka AI menyarankan berbagai kegiatan seperti bernyanyi dan menari, seni peran, dan kegiatan menyenangkan lainnya. AI diprogramkan dengan menyadari bahwa walaupun pendidikan di Finlandia dan Jepang itu bagus, namun berbeda kondisinya dengan kondisi di Indonesia, baik secara ekonomi, fasilitas, hingga infrastruktur, sehingga jawaban AI sudah memikirkan kegiatan yang cocok dengan kondisi di Indonesia.


Ketika Guru Menikmati Belajar Teknologi AI Untuk Berkreasi
Prinsip belajar dengan cara menyenangkan tentu harus dipraktekkan langsung pada proses pelatihan. Sebelum para guru SD menerapkan sistem pembelajaran yang menyenangkan di kelasnya, pelatihan ini pun harus dilakukan dengan cara menyenangkan.
Jadi para guru mempraktekkan latihan membuat gambar AI pada photo mereka sendiri dan secara virtual memindahkannya ke tempat-tempat yang menyenangkan. Ada yang ingin jadi Chef, ada yang ingin berjalan-jalan ke luar negeri, dan ada yang ingin berada di kapal induk dan menjadi pilot pesawat tempur. Dengan langsung mempraktekkan bahwa kelas bisa dibuat dengan cara menyenangkan, guru bisa lebih mudah menerapkannya pada kelas masing-masing.
Mengajar Dengan Cara Menyenangkan Dibantu AI
Nah saya sangat percaya bahwa cara belajar bisa dibuat dengan menyenangkan, Jadi selain membahas kurikulumnya, kita juga membahas cara pengajaran, misalnya dengan menggunakan musik dan lagu. Bisa lihat contoh di bawah ini:















Klik Pada Galeri Foto Di Atas utk melihat masing-masing Foto Pelaksanaan Pelatihan AI Untuk Guru SD
Hasil Tes Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia 2022.
Dimana skor pelajar Indonesia dibandingkan dengan skor Rata-Rata pelajar di Negara OECD.
Catatan: scroll ke kanan untuk melihat data selengkapnya.
Saya sendiri memang setuju bahwa pendidikan di Indonesia mempunyai kualitas sangat buruk, dan kalau kita mau membahasnya, ada banyak sekali kemungkinan mengapa penyebab pendidikan di Indonesia demikian carut marut, seperti kurikulum yang berubah-ubah terus menerus, kualitas guru yang dianggap belum memadai, hingga administrasi yang berlebihan, dan masih banyak lagi masalah yang timbul "dari atas".
Namun bagi saya sendiri, berharap "pihak di atas yang berubah" itu rasanya sangat sulit. Memikirkan bagaimana kurikulum yang selalu berubah-ubah, ujian nasional, masalah admistrasi yang berlebihan bisa diperbaiki tidak akan habisnya, Karena itu kita fokus kepada hal yang bisa diselesaikan sendiri oleh guru di ruang kelas.
Jika kita fokus pada hal yang ada di depan mata, maka masalah utamanya adalah sangat sederhana, yaitu pada 2 hal berikut:
Jauhnya Teori dengan Praktik.
Apa yang dipelajari dengan sangat berbeda dengan apa yang dilakukan di dunia nyata.
Kurikulum yang ada dan guru sebagai pelaksana belum mampu membuat pelajaran yang erat kaitannya dengan kehidupan nyata, Pelajaran yang diberikan (teori) sangat jauh dari dunia nyata. Misalnya : semua orang tau Kebersihan adalah sebagian dari iman, tapi kok sampah ada dimana-mana? Kita tau kalau semua orang harusnya tidak melakukan korupsi, tapi kok korupsi ada dimana-mana? Semua orang juga tau, kalau mengendarai motor harus mengenakan helm, tapi kok sebagian besar pengendara motor tidak mengenakan helm?Proses belajar yang tidak menyenangkan
Pelajaran cenderung 1 arah: Guru mengajar di depan dan murid hanya mendengarkan. Tidak interaktif dan membosankan. Guru jarang memancing interaksi siswa untuk aktif berpendapat, melakukan presentasi, bahkan berkarya.
Semua masalah di atas itu bisa diatas oleh guru sendiri. Untuk menjawab 2 tantangan di atas, sebagai praktisi AI saya diminta untuk membantu pelatihan AI bagi para guru SD yang dilakukan oleh SD Tahfidz Al Quran Al Akhyar di Bekasi. Materi pelatihan dibuat agar bisa menjawab 2 masalah di atas, yaitu pelajaran yang langsung di aplikasi di kelas. Dan juga bagaimana menyiapkan materi ajar yang menyenangkan.
AI Membantu membuat Rencana Pengajaran (Lesson Plan) Yang relevan dengan anak.
Mari kita lihat pola pengajaran di Indonesia versus di Jepang. seperti contoh tabel di bawah ini. Catatan: scroll ke kanan untuk melihat data secara lebih lengkap.










Mengajarkan Anak Mengenai Dinosaurus dengan menggunakan Musik Video
Dengan menggunakan AI, maka video seperti di atas jadi lebih mudah dibuat. Jika menggunakan teknologi animasi 3 Dimensi, maka musik video diatas akan membutuhkan waktu pembuatan setidaknya 1 hingga 2 bulan dengan full team. Namun dengan AI, video di atas dapat dibuat cukup dalam waktu 1 - 2 hari saja oleh saya sendirian.
Dengan berbekal teknologi AI, para guru pada pelatihan juga belajar membuat gambar kartun 3D Dimensi untuk bahan ajar mereka. Pelajaran dapat disampaikan lebih visual dengan cara yang menyenangkan dan tentunya bisa dibuat jauh lebih cepat oleh para guru.
Gallery Tokoh Kartun 3 Dimensi Karya Para Guru
Barisan Paling Depan (kiri ke kanan) : Mas Raga, Adez Aulia, kepala sekolah pak Ridwan
Barisan belakang: Mas Agam dan pak Jaelani.
Klik pada masing-masing gambar untuk melihat detail masing-masing gambar kartun 3D
Gallery Foto Kegiatan Pelatihan
Sahabat AI, jangan sia-siakan kesempatan untuk memperdalam pengetahuan tentang implementasi kecerdasan buatan dalam bisnis Anda dengan bergabung bersama ribuan pengusaha UKM lainnya di Komunitas AI dalam WhatsApp Group "Belajar AI Bersama Adez Aulia" - silakan klik tombol di bawah untuk akses langsung ke diskusi dan tips eksklusif yang akan mengubah cara Anda menjalankan bisnis
Bagi yang ingin tau lebih lanjut mengenai SD bisa menghubungi kepala sekolahnya, Pak Ridwan dengan catat atau klik nomor ini utk langsung terhubung ke Whatsapp > 0812 1864 679
Google Maps bisa dilihat di bawah ini:


